Kawasan Pasar Masih Macet

Selasa, 07 Juni 2011 0 komentar

EMPAT LAWANG-Meskipun sudah berbagai tindakan dari instansi terkait untuk memperlancar arus di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, namun kawasan Pasar Tebing Tinggi kembali terjadi kemacetan. Oleh karena itu, pelebaran badan jalan dianggap salah satu antisipasi yang lebih efektif.
Pantauan wartawan koran ini di lapangan, Senin (6/6), kemacetan kerap terjadi sejak pagi hingga siang. Hal ini akibat adanya kendaraan yang parkir di badan jalan dan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya di sekitaran jalan negara itu. Ironisnya, sejauh ini tidak ada petugas yang melakukan penertiban dan pengaturan lalu lintas. Beberapa kendaraan, baik yang berhenti sejenak ataupun parkir cukup lama, menambah penyebab kemacetan. Hal ini dikarenakan badan jalan yang sempit bertambah sempit.
“Beberapa hari terakhir ini memang sering terjadi kemacetan. Entahlah kemana petugasnya, sudah jarang sekali terlihat di pasar ini,” ujar Effendi, salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di kawasan pasar itu.
Ditambahkannya, kalau sebelumnya setelah adanya petugas khusus yang mengatur jalan memang sempat ada tampak hasilnya. Pengendara juga cukup mematuhi peraturan yang ada, karena akan dikenakan tilang.
Namun, akhir-akhir ini sudah mulai banyak kendaraan yang parkir sembarangan, sehingga jalan menjadi macet. Hal senada dikatakan, Yuhendri, warga lainnya, cara yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya kemacetan di kawasan pasar ini hanyalah dengan melakukan pelebaran jalan dan penyediaan tempat parkir khusus. Dengan demikian, kendaraan yang parkir tidak akan menganggu arus lalu lintas, selain itu badan jalan tidak begitu sempit.
“Kalau kondisinya sekarang ini, ada satu kendaraan besar, seperti bus ataupun fuso, pastilah kemacetan tidak bisa dihindari. Ya, tentunya ini memerlukan pelebaran badan jalan ini,” terangnya.
Kepala Dinas PU Empat Lawang, Ismail Hanafi melalui Kabid Bina Marga, Rubinsi mengatakan, Pemkab Empat Lawang sudah merencanakan pelebaran badan jalan ini, hanya saat ini belum bisa direalisasikan karena keterbatasan dana. Pihaknya sudah mengajukan dana pelebaran jalan tersebut ke pemerintah pusat.
“Tahun 2010 yang lalu sudah dilakukan pelebaran jalan di depan perkantoran Pemkab Empat Lawang. Sebenarnya, pelebaran itu direncanakan hingga ke kawasan pasar, namun karena terkendala dana belum bisa direalisasikan,” pungkasnya.(04)




Foto : Firdaus/Empat Lawang Pos
SIMBOLIS:
Wakil Bupati Empat Lawang, H Sofyan Djamal, memasangkan tanda peserta dalam lomba pidato Bahasa Inggris dan dongeng, Senin (6/6).

EMPAT LAWANG-
Sebanyak 14 peserta dari tujuh kecamatan mengikuti lomba mendongeng dan pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Empat Lawang. Acara ini langsung dibuka oleh Wakil Bupati Empat Lawang, H Sofyan Djamal.
KPAD Empat Lawang, A Madjid mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dalam menumbuh kembangkan gemar membaca melalui bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan daerah serta menambah wawasan tentang pengetahuan luar sekolah untuk tingkat SD/MI dan SMA.
“Oleh sebab itu, diharapkan dengan adanya lomba ini dapat menghasilkan siswa yang berprestasi dalam pidato Bahasa Inggris maupun dongeng untuk mewakili Kabupaten Empat Lawang,” ujarnya seraya mengingatkan nantinya siswa yang berhasil ini akan diberikan reward dan juga tropi.
Dijelaskan Madjid, siswa siswi tingkat SD maupun SMA ini merupakan yang berprestasi dan telah mengikuti seleksi tingkat kecamatan serta diambil untuk juara satu, dua dan tiga. Akan tetapi, untuk lomba pidato pada tingkat kabupaten ini hanya juara I yang diperlombakan.
“Lomba pidato Bahasa Inggris diikuti oleh tingkat SMA sedangkan SD/MI mengikuti perlombaan mendongeng,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Bupati Empat Lawang, H Sofyan Djamal menyampaikan, maksud diadakan lomba ini adalah untuk menumbuh kembangkan minat dan budaya gemar membaca serta dalam rangka melestarikan khazanah budaya bangsa dan daerah Empat Lawang. Sehingga nantinya siswa yang terpilih untuk mewakili Kabupaten Empat Lawang di tingkat provinsi dapat mengenalkan lebih dekat kabupaten yang berslogan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kegemaran masyarakat dalam membaca dan juga dapat memperluas wawasan maupun pengetahuan,” ujar Sofyan seraya menghimbau untuk dewan juri sebaiknya selektif dan profesional dalam menilai karena ini merupakan upaya pemerintah untuk mencari bibit berkualitas guna menjadi pemimpin masa depan Empat Lawang.(04)

EMPAT LAWANG-Dalam melihat potensi wisata yang ada di Kabupaten Empat Lawang terutama di Kecamatan Talang Padang tepatnya di Desa Ulak Dabuk adanya air terjun. Oleh karena itu, camat Talang Padang mengharapkan adanya intansi terkait untuk bisa meninjau lokasi wisata tersebut.
Iskandar mengatakan, mengingat di Kecamatan Talang Padang saat ini belum memilki tempat wisata, maka dinas terkait dalam hal ini Dishubkominfo dan Pariwisata untuk bisa memanfaatkan ini dikarenakan muda-mudi yang ada di kecamatan ini memanfaatkan untuk bersantai dikantor camat terutama sore hari.
“Maka dari itu, masyarakat Talang Padang mengharapkan agar potensi wisata air terjun di Desa Ulak Dabuk dapat di tinjau sehingga potensi wisata tersebut dapat dikatakan layak atau tidak layak untuk dibangun,” harap Iskandar kepada wartawan koran ini, Senin (6/6).
Selain itu, apabila potensi air terjun tersebut layak untuk dimanfaatkan maupun dibangun, maka objek wisata di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati bertambah. Disamping itu, dapat meningkatkan dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun menjadi salah satu warga sekitar.
“Ini merupakan potensi yang perlu ditinjau karena apabila memang layak maka kabupaten termuda di Sumsel ini akan menambahkan objek wisatanya,” ujarnya.(04)

EMPAT LAWANG-Kelulusan tingkat SMP/MTs yang telah dibagikan hasilnya Sabtu (4/6) lalu, membuat puluhan pelajar MTs Negeri Tebing Tinggi melakukan sujud syukur, dikarenakan hasil kelulusan dinyatakan MTs Negeri Tebing Tinggi lulus mencapai 100 persen. Selain itu, pelajar pun tidak melakukan hal yang dilarang seperti, coret baju, apapun pulang dengan kebut-kebutan. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah MTS Negeri Tebing Tinggi, Lambang Viktori.
Selain itu, lanjutnya, kelulusan tahun ini juga merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya siswa yang tidak lulus hanya empat orang dan 2011 ini terjadi peningkatan semua pelajar lulus semuanya sedangkan jumlahnya sebanyak 52 orang.
“Untuk tahun ini MTS Negeri mempunyai kebanggaan tersendiri, mulai dari lulus 100 persen sebagai tanda terima kasih kepada yang kuasa siswa yang lulus sujud syukur bersama. Dan juga tidak kalah bangganya kami terhadap anak didik yaitu mematuhi peraturan dengan tidak mencoret baju,” ungkap Lambang kepada wartawan koran ini, Senin (6/6).
Ditambahkannya, sebelum pengumuman kelulusan pihak sekolah menghimbau kepada pelajar agar tidak ada yang coretan dan kebutan di jalan, karena itu bukanlah contoh yang baik sebagai sekolah yang beragama ada baiknya peraturan tersebut dijalankan.
“Sebelumnya kami telah berupaya dan Alhamdullilah semua murid mematuhinya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk mencapai kelulusan 100 persen usaha yang dilakukan tidaklah mudah yaitu dengan menambah jam pelajaran, sehingga mereka harus belajar dengan giat. Tidak hanya itu siswa kelas IX belajar kelompok dengan membahas soal-soal.(04)

EMPAT LAWANG-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Empat Lawang, H Syahril melepas tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kabupaten Empat Lawang yang akan bertarung pada OSN tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pada gelaran OSN tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung, 6 hingga 8 Juni mendatang.
Menurut Syahril, Disdikbud akan terus mendorong agar siswa siswi kita dapat menunjukkan kemampuannya ditingkat provinsi maupun nasional, karena siswa merupakan pilihan terbaik. Oleh karena itu, diharapkan sebanyak 24 peserta ini jangan sampai terbebani ketika mewakili daerahnya.
“24 siswa tingkat SMA ini merupakan yang terbaik dalam mewakili Empat Lawang untuk memperebutkan tiket menuju ke OSN tingkat nasional,” ujarnya seraya mengingatkan yang penting jangan terlalu berambisi untuk menjadi juara dan juga kemampuan siswa harus lebih ditingkatkan karena yang ikut OSN tersebut merupakan siswa pilihan masing-masing kabupaten/kota lainnya.
Ditempat lain, Kasi Kurikulum, Jhonson menerangkan siswa berprestasi yang dinilai secara objebtif dan telah dilakukan seleksi secara umum melalui sekolah se-SMA Kabupaten Empat Lawang, bagi siswa yang mendapat predikat dengan nilai yang terbaik sesuai standar OSN, maka siswa tersebut diutus menjadi duta kabupaten/kota yang akan diseleksi berikutnya ke tingkat provinsi.
“Mata pelajaran yang akan diseleksi pada olimpiade sains yakni Matematika, Fisika, Bologi, Kimia, Komputer, Astronomi, Ekonomi, dan Kebumian. Setelah diseleksi, bagi siswa yang mendapat peringkat satu, dua dan tiga masing- masing mata pelajaran. Maka siswa tersebut berhak ikut serta diseleksi ke olimpiade sains tingkat provinsi,” jelasnya.
Sebelumnya, mengenai persiapan siswa, Jhonson mengatakan, melalui guru pembimbing, secara khusus dilakukan pembinaan mata pelajaran bagi siswa yang mengikuti olimpiade sains, siswa dibimbing selama satu bulan penuh. Sehingga diharapkan mampu menjawab semua soal-soal yang disajikan.(04)

EMPAT LAWANG- Guna memastikan hasil penggunaan dana bantuan gubernur (Bangub) di Empat Lawang, tim inspektorat provinsi Sumsel akan turun ke Empat Lawang. Evaluasi dan peninjauan dilakukan langsung ke masing- masing desa dengan laporan dari Kades.

“Beberapa hari lalu tim inspektorat provinsi menelepon ke saya. Mereka berjumlah enam orang meminta izin datang ke Empat Lawang untuk pemeriksaan atas bantuan gubernur ke seluruh desa di Empat Lawang,” jelas Plt Sekda Empat Lawang, Nadjamuddin Zahier, Kamis (11/11).

Ditambahkan Nadjamuddin, pemeriksaan dilakukan tim inspektorat provinsi itu merupakan pemeriksaan rutin. Dengan kata lain, seluruh desa itu dilakukan pemeriksaan. Jadi bukan hanya desa yang terindikasi penyalahgunaan anggaran. “Bukan hanya pemeriksaan sebatas desa yang terindikasi penyalahgunaan anggaran bangub, tapi seluruh desa akan diperiksa penggunaan bantuan anggaran,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Empat Lawang mendapatkan bantuan Gubernur Sumsel mencapai Rp 3.090.000.000 telah didistribusikan ke masing-masing rekening pemerintah desa untuk dikelola dan disampaikan sesuai dengan ketentuan. Bantuan itu diberikan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel pada serangkaian agenda Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Sumsel serta bulan gotong royong dipusatkan di Empat Lawang pada 9 Agustus lalu. ”Sedikitnya Rp 3.090.000.000 telah dibagikan sesuai ketentuan kepada 156 desa dan kelurahan Empat Lawang,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Empat Lawang, Burhansyah.

Ia meneruskan, sebagai salah satu syarat pencairan Bangub maka setiap desa dan kelurahan wajib menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) masing-masing daerahnya sebelum dana bantuan lalu disampaikan ke Empat Lawang. Sesuai keputusan Gubernur Nomor 56 tahun 2010 tentang bantuan gubernur kepada segenap desa dan kelurahan. Untuk Empat Lawang memiliki 151 desa defenitif, tiga desa persiapan dan dua kelurahan.

Masing masing desa mendapatkan bantuan sesuai ketentuan, diantaranya untuk desa defenitif masing-masing diberikan bantuan Rp 20 juta, desa persiapan diberikan bantuan masing-masing Rp 15 juta dan untuk masing-masing kelurahan bantuan Rp 12,5 juta.

Mengenai teknis penggunaannya sudah ditetapkan untuk kepentingan dalam upaya kesejahteraan masyarakat. Diantaranya kegiatan PKK, posyandu, karang taruna, dana produktifitas desa, administrasi penyelenggaraan desa, dan operasional BPD serta dana lainnya untuk tingkat kelurahan.

”Pembagian dana sudah ditetapkan sesuai keputusan gubernur, jadi nanti setelah dapat harus digunakan sesuai ketentuan yang sudah diatur dan jangan menyimpang,” imbuhnya.(02)

EMPAT LAWANG- Akibat tergerus derasnya aliran Sungai Musi, jalan kabupaten di Desa Kota Gading Kecamatan Tebing Tinggi kembali longsor. Hingga saat ini, sekitar 100 meter lebih kondisi badan jalan hanya sekitar satu meter dari tepi sungai, bahkan pada beberapa titik akses itu, tanah penahan badan jalan sudah mengantung.

“Sejak beberapa bulan terakhir, tanah penahan pinggir jalan sebelah sungai terus longsor. Kami khawatir jika terus terjadi, jalan ini akan terputus,” ungkap Mar (32) warga Desa Kota Gading kepada wartawan koran ini, Minggu (24/10).

Dikatakannya, dengan kondisi itu, diharapkan dapat dibangunkan tembok penahan atau setidaknya berupa beronjong penahan pada bagian sisi sungai. Saat ini jarak antara sungai dan badan jalan dengan lebar lebih kurang tiga meter itu hanya tinggal beberapa centimeter. Diantranya beberapa titik posisi badan jalan sudah menggantung.

“Hal ini terjadi mutlak karena alam, tanah dipinggir tau sisi jalan tergerus aliran air Sungai Musi. Terutama saat musim penghujan, longsoran tanah tanpa penahan itu terus terjadi,” kata Mar seraya berharap dapat segera diperhatikan pemerintah, agar akses menuju empat desa yaitu, Kota Gading, Baturaja Lama, Baturaja Baru dan Sugi Waras tidak terputus.

Sebelumnya, Kades Kota Gading, Marsidi mengatakan, untuk kondisi badan jalan sudah tidak menjadi kendala. Karena setelah dilakukan pengaspalan sejak satu tahun terakhir akses jalan menuju empat desa itu mulai lancar. Tetapi dengan kondisi badan jalan yang terancam lonsor, setidaknya warga didaerah itu mulai resah. Dalam hal ini pengajuan untuk pembangunan beronjong sudah disampaikan melalui Kecamatan Tebing Tinggi. Diharapkan dapat segera diperhatikan untuk kepentingan masarakat empat desa disekitarnya.

“Usulan sudah kami sampaikan melalui kecamatan, untuk dibagian hilir lokasi rawan longsor sudah dilakukan pembangunan beronjong. Tetapi memang tidak menyentuh lokasi itu, karenanya kami harap dapat dibangun sebelum akses jalan ini nantinya longsor dan terputus,” harap Marsidi seraya mengatakan, setidaknya saat ini sduah mencapai ribuan warga yang melintas dijalan itu, karena merupakan akses utama empat desa disekitarnya.

Pantauan wartawan koran ini, sepanjang jalan memang sebagian besar berada dipinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi. Setidaknya 100 meter badan jalan memang sudah cukup dekat dengan tepi sungai, bahkan saat ini jaraknya hanya beberpa sentimeter dan ada juga sebagian titik yang posisi badan jalanya sudah mengantung.

Jika tidak diantisipasi dengan tembok penahan atau beronjong, dikhawatirkan aliran air akan terus menggerus tanah dipinggiran jalan dan mengakibatkan longsor kembali sehingga badan jalan berpotensi terputus.

Umumnya warga sekitar lokasi menggakui, longsornya tanah dipinggiran jalan murni karena tergerus sungai. Beruntung sat ini belum memasuki musim penghujan, dikhawatirkan saat musim penghujan aliran sungai akan semakin deras dan menggerus sisi tanah penahan badan jalan. Karenanya untuk antirisipasi warga berharap dibangun tembok penahan atau beronjong dilokasi yang berpotensi longsor tersebut. (02)

    ARSIP BERITA